Dampak Kecelakaan Agra Mas vs Argo Parahyangan, PT. KAI Sebut Tujuh KA Tertahan Akibat Rel Rusak

KARAWANG – PT KAI Daop 1 Jakarta mengucapkan permohonan maaf atas gangguan perjalanan lintas Karawang dampak dari KA 32 Argo Parahyangan relasi Gambir – Bandung yang ditabrak kendaraan Bus pada KM 67+2 Karawang – Klari, pada Senin (26/8).

Kecelakaan KA Argo Parahyangan ini terjadi pada pukul 12.36, dan mengakibatkan lokomotif CC2961511 mengalami kerusakan dan tidak dapat beroperasi. Tidak hanya itu, akibat kejadian ini prasarana rel mengalami kerusakan dan sejumlah perjalanan KA lainnya tertahan.

Langkah awal yang dilakukan PT KAI Daop 1 Jakarta adalah mengirim lokomotif pengganti untuk KA 32 Argo Parahyangan, melakukan perbaikan pada jalur, serta melakukan evakuasi di tempat kejadian. Seluruh Crew KA dan penumpang pada KA 32 Argo Parahyangan selamat. Seluruh penumpang pada rangkaian tersebut sudah kembali melanjutkan perjalanan pkl 14.29 WIB dengan lokomotif pengganti.

Saai ini Tim keamanan PT KAI Daop 1 Jakarta bekerjasama dengan pihak kepolisian berupaya melakukan evakuasi Bus dengan menggunakan alat berat agar jalur dapat kembali dioperasikan untuk perjalanan kereta.

Peristiwa Kendaraan Bus yang menabrak KA Argo Parahyangan ini terjadi saat kendaraan tersebut melintasi perlintasan liar di daerah Karawang – Klari. Atas kejadian tersebut tim PT KAI Daop 1 Jakarta dengan sigap melakukan evakuasi bus dan sejumlah proses lainnya seperti pengiriman lokomotif pengganti serta perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan agar dapat kembali beroperasi.

Saat ini jalur kereta dari Karawang menuju Klari sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas, sementara jalur sebaliknya antara Klari menuju Karawang hingga kini belum dapat dilalui karena masih proses perbaikan jalur rel dan menunggu proses evakuasi bus selesai dilakukan.

Adapun KA yang tertahan akibat kejadian ini:
– KA Lokal 326 Walahar Ekspres (relasi Tanjung Priok – Purwakarta) tertahan di Karawang
– KA 68 Cirebon Ekspres (Gambir – Cirebon) tertahan di Kedunggedeh
– KA 156 Singasari (Pasar Senen – Malang) tertahan di jalur III Lemahabang
– KA 2516 tertahan di jalur IV Lemahabang
– KA 34 argo Parahyangan (Gambir – Bandung) tertahan di Cikarang
– PLB 7051 Argo Parahyangan (Bandung – Gambir) tertahan di Kosambi
– KA 144 Jayabaya (Pasar Senen – Surabaya Gubeng) tertahan di Tambun

PT KAI Daop 1 Jakarta berharap agar keberadaan perlintasan sebidang liar dapat segera disolusikan bersama oleh pihak-pihak terkait seperti penutupan perlintasan atau pembuatan jalur yang tidak sebidang dengan lintasan kereta seperti pembuatan Flyover atau underpass. (naz)

Baca juga

Leave a Comment