Diduga Warga Tewas Disebabkan Kopi Cleng, Dinkes Cianjur Razia Apotek dan Toko Jamu

Dinkes Cianjur lakukan razia ke sejumlah apotek.

CIANJUR-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur melakukan razia dan pengawasan ke sejumlah apotek dan toko jamu terkait penjualan kopi cleng. Karena kopi tersebut diduga mengakibatkan seorang warga Kecamatan Cijati meninggal dunia dan beberapa orang lainnya harus dirawat.

Kepala Dinas Kesehatan, Tresna Gumilar, mengatakan, pengawasan dan razia tersebut dilakukan oleh tim dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Cijati dan aparat kepolisian.

Berdasarkan hasil pengawasan tersebut, masih ditemukan beberapa apotek dan toko jamu yang menjual kopi yang masuk dalam 22 kopi yang bebahaya lantaran mengandung obat di dalamnya.

Baca juga : Sepanjang 2019 Ada 168 ODHA di Cianjur, Didominasi Perilaku Seks Menyimpang

“Kami langsung amankan, karena sebelum pengawasan tersebut, sudah terlebih dulu dilakukan sosialisasi dan imbauan untuk tidak mengonsumsi kopi tersebut,” katanya, Minggu (1/12/2019).

Menurutnya, selain lantaran sudah adanya imbauan, pengawasn dan razia itu dilakukan juga karena adanya korban dari kopi cleng. Pasalnya, salah satu korbannya mengakibatkan meninggal dunia.

“Informasi yang kami dapat ada tiga orang, semuanya warga Cijati. Mereka sempat dirawat di rumah sakit, tetapi satu orang yaitu Ijan Sujana (48) meninggal dunia, sedangkan tiga orang lain sudah diperbolehkan pulang,” bebernya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Hukum, dan Hubungan Masyarakat RSUD Sayang Cianjur, Diana Wulandara Cahaya, mengatakan, ada dua pasien yang diduga korban kopi cleng yang dirawat di RSUD Sayang Cianjur.

“Pasien Ijan tiba di IGD RSUD pada 28 November 2019, sekitar pukul 01.11 WIB. Kemudian pasien sempat dipindahkan dari HCU ke ruangan rawat inap karena kondisinya sudah stabil. Tetapi pada Jumat sore, korban tiba-tiba sesak nafas dan terjadi penurunan kesadaran,” tandasnya. (zie/tif).

Baca juga

Leave a Comment