fbpx

Iuran K3 Ditarik Pemda, Pedagang Keluhkan Sampah Terlambat Diangkut

KARAWANG  – Pedagang Pasar Cikampek I protes karena pengiriman sampah tidak segera diangkut pengelola. Padahal iuran untuk Kebersihan, Keamanan dan Ketertiban (K3) sudah mulai ditarik oleh pihak Pemerintah Daerah (Pemda).

Salah seorang Pedagang Pasar Cikampek I diungkapkan, semenjak iuran K3 diambil alih oleh pemda, selalu terjadi keterlambatan dalam pengangkutan sampah. Dibutuhkan, sampah menumpuk hingga menimbulkan bau tak sedap yang dapat menganggu kenyamanan pedagang dan pembeli.

“Sebelum dikelola pemda sampah selalu diangkut tepat waktu,” ujar salah seorang pedagang yang disebut enggan, Senin (2/12/2019).

Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD Pasar Wilayah II, Apip Ekadiana tidak menampik jika adanya hambatan dalam pengangkutan sampah di Pasar Cikampek I. Hal itu dikarenakan masa transisi pengelolaan yang sebelumnya dikuasai PT. Aditya Laksana Sejahtera dan kini dikelola Pemda Karawang.

“Untuk menggunakan tenaga yang lama belum berani, sebab masih dipekerjakan oleh PT. ALS,” jelasnya.

Ia memaparkan, ada  11 orang yang ditugaskan untuk penarikan sampah. Semuanya merupakan orang baru yang direkrut pemda untuk menjadi petugas penarikan sampah.

“Semuanya masih baru, belum mengatahui medan dilapangan. Jadi untuk sementara sampah masih belum ditarik selama tiga hari. Masih dikumpulkan di beberapa titik,” tutur dia.

Masih meminta Apip, untuk biaya iuran K3 pihaknya mebayaran pedagang sebesar Rp. 4.500 sampai dengan Rp.5.000 per hari untuk lapak. Sesangkan untuk kios dikenakan iuran sebesar Rp.5.000 hingga Rp.6.500 per hari. (zak)

Baca juga

Leave a Comment