Jadi Komisaris Utama Pertamina, Ahok Disambut Permintaan Ganti Rugi Warga Karawang

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi saat menerima aspirasi warga  pesisir Karawang terkait ganti rugi dampak kebocoran minyak mentah Pertamina

KARAWANG – Warga pesisir Karawang yang terdampak minyak Pertamina, meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk segera menyelesaikan pembayaran ganti rugi. Sebagai Komisaris Utama Pertamina yang baru, mamtan Gubernur DKI Jakarta itu diharapkan bisa menjadi jembatan bagi masyarakat pesisir Kota Pangkal Perjuangan untuk segera menyelesaikan masalah yang sudah berlarut-larut tersebut.

“Harapan saya bisa jadi prioritas lah. saya harap Pak Ahok bisa mendorong supaya Pertamima segera bayar ganti rugi dan pemulihan,” kata Yonglim Supardi, Kepala Desa Cemarajaya kepada wartawan di tepi Pantai Pisangan.

Baca Juga: 10 Ribu Warga Karawang Jadi Korban Kebocoran Minyak Pertamina

Senada dengan Yonglim, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi berharap Ahok mendorong Dirut Pernamina Nicke Widyawati mempercepat pembayaran uang ganti rugi kepada warga terdampak.

Dalam waktu dekat, Dedi berjanji bakal menggelar rapat koordinasi antara Pertamina, KLHK, dan KKP, untuk membahas penanganan komperhensif pencemaran dan abrasi di Pantai Cemara.

“Pak Ahok kan komisaris utama baru. Mudah-mudahan Pak Ahok mendorong Dirut Pertamina segera bayar ganti rugi. Karena warga terdampak sudah cukup lama menderita,” kata Dedi di hadapan sejumlah nelayan.

Baca Juga: Hitung Kerugian Warga Akibat Kebocoran Minyak Pertamina, Pemkab Bentuk Tim Kompensasi

Sejauh ini, warga pesisir Karawang yang terdampak pencemaran baru mendapat uang kompensasi. Besarannya Rp 900 ribu per bulan. Adapun uang ganti rugi, untuk membayar kerusakan tambak dan hasil laut yang merosot selama pencemaran belum dibayarkan hingga kini.

Sebelumnya, Ifki Sukarya, Vice President Pertamina Hulu Energi menyatakan, pihaknya masih mendata berbagai kerugian yang diderita warga terdampak pencemaran minyak di pesisir Karawang.

“Untuk mencegah penggelembungan data, kita masih mendata secara akurat. Setelah data pasti, kita berikan ganti rugi sesuai aturan,” kata Ifki.

Ganti rugi, kata Ifki akan diberikan kepada petambak yang terhenti usahanya akibat pencemaran. Ganti rugi juga diberikan kepada nelayan yang mersot hasil tangkapannya selama pencemaran terjadi. Ganti rugi juga akan diberikan kepada nelayan yang jaringnya rusak oleh minyak mentah.(zak)

Baca juga

Leave a Comment