MAKI Laporkan Polres Cianjur ke Kompolnas

Koordinator MAKI, Boyamin bin Saiman saat menggelar jumpa pers

CIANJUR – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) malaporkan Polres Cianjur ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait dugaan pelanggaran prosedur dan Kode etik dalam penanganan kasus pencurian.

Koordinator MAKI, Boyamin bin Saiman mengatakan, hal tersebut merupakan atas adanya pengaduan dari korban kepada pihaknya. Tersangka Suheman alias AAN belum diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum Kejari Cianjur. Padahal lanjut dia, dugaan tindak pidana diatur Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 167 KUHP, yang penanganannya dilakukan oleh Penyidik Kepolisian Resor Cianjur sudah status Lengkap (P21) Laporan Polisi Nomor LP/B/602/V/2018/BARESKRIM, pada 08 Mei 2018.

“Berdasar informasi yang Kami terima, awal November 2019 Itwasum Mabes Polri telah melakukan gelar perkara dan telah memberikan rekomendasi kepada Polres Cianjur melalui Polda Jabar yang intinya untuk segera melakukan penyerahan Tersangka dan Barang Bukti (Tahap II) kepada Kejari Cianjur namun hingga saat ini belum dilakukan penyerahan Tahap II,” kata dia, saat melakukan jumpa pers, Rabu (27/11/2019).

Baca Juga: Kuota Hanya 159, Pelamar CPNS Cianjur Capai 4.336

Menurutnya, pada 16 Februari 2019 Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat menyatakan dalam statementnya kepada awak media terkait penanganan perkara tersebut dimana sudah diterbitkan DPO terhadap Tersangka Suherman alias AAN.

“Tetapi pada SP2HP terakhir yang diterima oleh Pelapor/Korban belum ada kalimat yang menyebutkan telah diterbitkan status DPO kepada Tersangka, dan juga sampai saat ini Kami belum menemukan adanya bukti telah diterbitkannya DPO oleh Kepolisian Resor Cianjur selaku Penyidik dalam Perkara tersebut,” tuturnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan melaporkan adanya dugaan pelanggaran prosedur dan Kode etik yang dilakukan oleh Penyidik Polres Cianjur dalam menangani Perkara tersebut.

Baca Juga: BPBD Cianjur Terima 16 Unit Pendeteksi Gempa Bumi

“Kami berharap kepada Pimpinan Kompolnas dapat memberikan Rekomendasi Sanksi yang tepat terhadap dugaan pelanggaran tersebut dan memberikan rekomendasi kepada Kapolres Cianjur untuk memerintahkan Penyidiknya menyerahkan Tahap II dan atau menerbitkan DPO Tersangka Suherman Mihardja,” ucapnya.

Dia menambahkan, beberapa waktu lalu juga mendapati tersangka hadir dalam persidangan pengacaranya di Jakarta. Padahal sebelumnya, penyidik dari Polres Cianjur menyebutkan belum menangkap tersangka lantaran tidak menemukan keberadaannya.(zie/zak)

Baca juga

Leave a Comment