Peristiwa Wiranto, Danrem 061/Suryakancana Sebut Itu Sudah Jelas Ancaman

Komandan Korem 061/ Suryakancana (SK), Kolonel Inf. Novi Helmi Prasetya saat ditemui di Makorem.

BOGOR-Terkait peristiwa menimpa Menkopolhukam Wiranto yang jadi korban penusukan seseorang di depan gerbang alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019) kemarin, disikapi Komandan Korem 061/ Suryakancana (SK), Kolonel Inf. Novi Helmi Prasetya, khususnya dalam hal pengamanan VVIP.

Danrem mengatakan, dengan kejadian tersebut pihaknya tidak bisa menutup mata. Menurutnya hal itu sudah jelas merupakan suatu ancaman dan mutlak tidak bisa ditawar lagi.

“Dan kita ini yang di wilayah berada di ring dua dan tiga tentunya kita akan lebih protek dengan setiap kegiatan kegiatan yang berkaitan dengan VVIP,” ungkap Novi saat ditemui di Makorem 061/SK, Jumat (11/10/2019).

Baca juga : Dianggap Public Enemy, Penyebab Wiranto Jadi Sasaran Teroris

Terkait penambahan pasukan guna pengetatan keamanan di wilayah ring dua dan tiga, Danrem memastkan bahwa pasukan tetap tersusun sesuai protapnya masing masing.

“Ya artinya, pasukan tetap tersusun, kita organisir kemudian kita memiliki kesiapsiagaan dan siap sewaktu waktu untuk dikerahkan,” tegasnya.

Disinggung soal kebiasaan Presiden Jokowi yang kerap menyapa dan menyalami warga, Danrem menyampaikan Presiden Jokowi sangat merakyat, sehingga pihaknya tetap melakukan pengawalan ketat sesuai prosedur dan protan kepresidenan.

Baca juga : Wiranto Alami Dua Luka Tusukan

“Ya tentunya ini kan masyarakat, mereka ini kan sangat merindukan ingin melihat pemimpinnya, kita juga tidak bisa membatasi masyarakat, karena presiden kita ini sangat merakyat sekali. Tentunya dalam segi pengamanan ini melekat tapi kita juga tetap soft dengan tidak membatasi ruang gerak presiden,” pungkas Danrem (man/tif).

Baca juga

Leave a Comment