Puluhan pedagang Rest Area Haurwangi Keluhkan Bau Menyengat Perusahan Ayam Petelur

Puluhan pedagang di rest area Haurwangi, Kabupaten Cianjur

CIANJUR – Puluhan pedang rest area Haurwangi, Kabupaten Cianjur, keluhkan bau menyengat yang berasal dari perusahaan ayam petelur, akibatnya omset pedagang turun hingga 80 persen.

Marni (43) seorang pedagang es cingcau mengungkapkan, semenjak adanya perusahaan ayam peterlur yang berdiri sekutar dua tahun yang lalu tersebut tingkat penjualan terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

“Untuk saat ini, pengunjung di hari biasa hanya mencapai sebanyak lima orang, sedangkan di hari libur mencapai paling banyak sekitar 15 orang,” katanya, Sabtu (9/11/2019).

Saat ini lanjutnya, ia hanya bisa membawa pulang uang sekitar Rp.50 ribu per hari, sebelum adanya bau menyengat dari perusahan ayam itu, ia bisa meraup untung sebesar Rp.200 ribu hingg Rp.300 ribu per hari.

Baca juga: Harga Ayam Potong di Cianjur Kembali Naik

“Baunya memang sangat mengganggu pengunjung. Tidak jarang banyak pengunjung yang hendak beristirahat mengurungkan niatnya karena bau menyengat dari perusahaan yang terletak dibelakang rest area,” tuturnya.

Ia pun mengungkapkan, biasanya bau menyengat tersebut bisa lebih tajam dari seperti ini. Namun setelah pihak perusahaan membuang limbah ke TPS Rajamandala bau berkurang meskipun masih mengganggu.

“Perusahaan itu, sudah sering diprotes oleh pedagang dan warga sekitar yang merasa tidak nyaman dengan baunya, setelah didemo beberapa kali perusahan tidak lagi mengelola limbah di lokasi dan membuangnya ke TPS Rajamandala,” tuturnya.

Marni dan puluhan pedagang lainnya meminta, perusahaan tersebut agar menetralisir bau menyengat yang mencemari lingkungan disekitar, agar tingkat kunjungan kembali lagi meninggkat. (zie/zulk)

Baca juga

Leave a Comment