Ratusan Karyawan PT. PPE Bogor Terancam Dirumahkan

Salah Satu Kantor Perwakilan PT. PPE Kabupaten Bogor.

BOGOR-Kabar tak sedap mengemuka dari PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bogor ini dikabarkan bakal merumahkan ratusan karyawannya.

Staf bagian hukum PT PPE, Jajang Furqon, saat dikonfirmasi membenarkan adanya surat untuk merumahkan semua karyawannya.

“Betul, suratnya tertanggal 7 Oktober 2019 dan ditandatangani oleh Direktur Utama PT PPE,” ungkap Jajang Furqon, Kamis (10/10/2019).

Baca juga : Bentrok Ormas di Bogor Mencekam, Kendaraan Dibakar

Dia menjelaskan, keputusan tersebut semakin menambah ketidak jelasan status dan ketidakpastian nasib dari para karyawan PT PPE. Mirisnya lagi, para karyawan yang dirumahkan juga belum mendapatkan gaji selama empat bulan terakhir.

“Saya malah lebih lama tidak mendapat gaji. Tapi status saya juga tidak jelas. Surat meliburkan karyawan ini, sama halnya saat sekitar bulan Juni 2018 ada 18 karyawan yang dirumahkan,” bebernya.

Namum begitu sambung dia, pada tahun 2018 lalu, pihak karyawan sudah diminta mediasi dengan pihak Disnaker Kabupaten Bogor terkait nasib mereka, dan keputusannya dimenangkan pihak karyawan. Namun hingga hari ini, keputusan tersebut diabaikan pihak perusahaan, direksi dan Pemkab Bogor selaku pemegang saham.

Baca juga : Minibus Tabrak Pilar Perumahan Hingga Ringsek, Enam Penumpangnya Kritis

“Belum ada tanggapan apapun dari Bupati Bogor,” cetusnya.

Menyikapi hal ini, Jajang Furqon bersama karyawan PT PPE berencana mengajukan Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Kabupaten Bogor, terutama Komisi IV yang membidangi masalah ketenagakerjaan.

“Kami juga akan mengajukan laporan ke pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat dan jika memungkinkan akan mengajukan ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI),” pungkasnya.

Sementara diketahui PT PPE adalah BUMD Pemkab Bogor yang bergerak di bidang usaha pertambangan dan energi yang telah mendapat penyertaan modal pemerintah (PMP) bernilai puluhan miliar rupiah. (man/tif).

Baca juga

Leave a Comment